Postingan

Toxic Positivyty: Motivasi yang Menyakitkan

Oleh: Tresna Putra Wibowo Acapkali perasaan kita diselimuti dengan kegundahan dan emosi yang tidak menyenangkan.  Perasaan tidak menyenangkan datang secara bertubi-tubi tanpa bisa dikendalikan dengan baik. Setiap emosi pasti memiliki pesan yang ingin disampaikan, baik itu marah, rasa jijik, sedih, bahagia, atau takut. Perlu diketahui, secara evolusi, manusia tak punya kemampuan memprogram dirinya sendiri untuk hanya merasa bahagia dan mengesampingkan perasaan muram. Sebenarnya emosi membantu seseorang mengerti beberapa hal. Sebagai contoh, perasaan cemas dalam menjalani tugas dalam rentan waktu dekat secara otomatis setiap individu pasti berpikir bagaimana solusi yang harus dilakukan. Setiap individu dalam keseharian pasti bertemu dengan kalimat-kalimat motivasi dari seseorang. Motivasi tentunya memiliki tujuan agar seseorang agar bisa kembali survive menjalani kehidupannya. Pada era milenial yang sibuk dengan gawai dan media sosial hal itu lebih dikenal dengan nama toxic pos...

(Sekadar Persepsi) The New Normal dan Pendidikan Yang Terus Berjalan

Penulis: Tresna Putra Wibowo        Jumlah korban positif SARS-CoV-2 atau yang sering disebut dengan nama Corona terus bertambah. Pada tanggal 10 Juni 2020 Indonesia mencatat 1.241 kasus baru positif COVID-19 dalam sehari. Tepat pada tanggal 11 Juni 2020 (tulisan ini dibuat) tercatat 979 kasus baru positif COVID-19 dalam sehari dengan total 35.295 kasus di seluruh Indonesia. 2.000 orang meninggal dunia, 12.636 pasien dinyatakan sembuh. Ada 43.414 ODP dan 14.052 PDP. Data tersebut menjelaskan bahwa jumlah kasus positif corona belum bisa dikatakan aman.        Pemerintah kini memilih jalan untuk menerapkan The New Normal atau Normal Baru. Sebuah kebijakan agar rakyat Indonesia bisa berdamai dengan virus yang sudah dinyatakan pandemi oleh WHO. Hal ini berkaitan dengan ketidakmampuan pemerintah menahan laju ekonomi yang terus menurun. Data dari Kemenaker RI (27 Mei 2020) tercatat 1,79 juta pekerja dirumahkan atau terkena Pemu...

Aku, Kamu, Dia, dan Mereka (Sebuah Opini)

Oleh: Tresna Putra Wibowo Sebuah opini mengenai idealisme terus berkembang dan selalu melahirkan pro kontra di setiap pembahasan. Setiap orang memiliki cerita hidupnya masing-masing hal itu tak bisa dipungkiri. Ada yang tetap berjalan dengan semestinya, ada pula yang menengok kanan-kiri dengan segala penilaian terhadap orang lain. Ada beberapa hal yang membuat hal itu terjadi, salah satunya yaitu nilai-nilai otentik. Menurut Suseno nilai-nilai otentik memiliki arti nilai-nilai yang menjadikan diri sendiri tanpa terpengaruh oleh mode yang bisa merubah diri-sendiri dan kebiasaan itu dimulai sejak dini. Aku, kamu, dia, bahkan mereka sudah memiliki role hidupnya masing-masing hal ini berkaitan dengan otentik diri yang sudah dibangun sejak dini. Ketika mereka bercerita hal-hal yang sudah dilakukan selama ini ke aku, kamu, dan dia, cukuplah menjadi pendengar yang baik tanpa ada perasaan-perasaan serta pikiran-pikiran tidak enak yang menyelimuti. Bercerita tidaklah salah bahkan jika dis...