Aku, Kamu, Dia, dan Mereka (Sebuah Opini)

Oleh: Tresna Putra Wibowo

Sebuah opini mengenai idealisme terus berkembang dan selalu melahirkan pro kontra di setiap pembahasan. Setiap orang memiliki cerita hidupnya masing-masing hal itu tak bisa dipungkiri. Ada yang tetap berjalan dengan semestinya, ada pula yang menengok kanan-kiri dengan segala penilaian terhadap orang lain.

Ada beberapa hal yang membuat hal itu terjadi, salah satunya yaitu nilai-nilai otentik. Menurut Suseno nilai-nilai otentik memiliki arti nilai-nilai yang menjadikan diri sendiri tanpa terpengaruh oleh mode yang bisa merubah diri-sendiri dan kebiasaan itu dimulai sejak dini. Aku, kamu, dia, bahkan mereka sudah memiliki role hidupnya masing-masing hal ini berkaitan dengan otentik diri yang sudah dibangun sejak dini. Ketika mereka bercerita hal-hal yang sudah dilakukan selama ini ke aku, kamu, dan dia, cukuplah menjadi pendengar yang baik tanpa ada perasaan-perasaan serta pikiran-pikiran tidak enak yang menyelimuti.

Bercerita tidaklah salah bahkan jika disisipi dengan nada keluh-kesah itu sebuah hal yang dimaklumi sebagaimana kita menjalani tugas sebagai manusia. Dia berbicara lelahnya dikejar deadline pekerjaan, kamu mengeluh karena rendahnya bayaran sebagai guru honorer, mereka mulai bosan dengan kegiatan pembelajaran daring yang memuakkan, bahkan aku yang tidak tahu harus melakukan kegiatan apapun selain rebahan dan mengeluh sepanjang hari.

Aku, kamu, dia, dan mereka dilahirkan sebagai manusia dan manusia merupakan makhluk yang memiliki kesempurnaan tertinggi karena ia dipersiapkan untuk menerima beban kewajiban. Akan tetapi manusia juga dinyatakan berada pada martabat yang serendah-rendahnya karena dengan kesempurnaan yang telah diberikan kepadanya itu ia melakukan perbuatan yang memerosotkan dirinya sendiri.

Aku, kamu, dia, dan mereka, tanpa kecuali, akan senantiasa dihinggapi kegelisahan dan kecemasan. Tetaplah bernapas dan melakukan hal-hal baik. Kurangi menilai segala sesuatu yang dilakukan seseorang, tetap fokus dengan tujuanmu. Semoga hal-hal baik selalu mengalir untuk kita semua.

 

Referensi buku:

Franz M. Suseno ; Etika Dasar Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral

Abbas M. Al-Qayyat ; Manusia di Ungkap Al-Qur’an 

Komentar